Rabu, 11 Maret 2009

Bila Pacar Itu Sahabat Kita??

Kawan yang selama ini kamu kenali sudah bertahun-tahun lamanya, tiba-tiba membuatkan hati anda berdebar-debar dan jatuh cinta. Adakah hubungan ini akan berjalan dengan lancar?

JIKA dahulu, kamu menganggap dirinya seorang sahabat sejati, sanggup berkongsi suka dan duka serta menjadi teman yang paling setia mendengar masalah anda, kini lain pula situasinya.

Apa yang berlaku kini ialah situasi yang dilalui kamu berdua tiba-tiba menjadi suatu kejutan besar bak dentuman gunung berapi yang memuntahkan laharnya. Kawan yang selama ini dimahkotakan sebagai teman biasa kini bertukar menjadi kekasih istimewa kamu.

Persoalannya, adakah hubungan kamu akan berjalan dengan lancar sekiranya bercinta dengan sahabat sendiri? Adakah dia juga merasakan hal yang sama seperti kamu? Dan adakah kamu harus menyatakan perasaan itu terhadapnya?

Begitulah yang akan berlaku sekiranya hati seorang sahabat seperti kamu mengalami perubahan cinta yang drastik setelah sekian lama berkawan biasa dengannya.

Apabila kamu dilamun cinta dengan teman biasa, perlu diteliti semua aspek peribadinya, sebelum sesuatu hubungan itu menjadi bertambah intim. Takut nanti, ‘yang dikejar tak dapat, yang dikendong berciciran’.

Kata orang, bercinta dengan sahabat sendiri akan mencetuskan kekangan dalam sesebuah perhubungan. Sekiranya kamu khuatir persahabatan itu akan berakhir dengan saling benci-membenci, kamu harus mempertimbangkan aspek pro dan kontranya.

Read More...

Rabu, 25 Februari 2009

Tari Dayak

1. Tari Gantar
Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya.

Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.

2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.

Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.

3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong
Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.

Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.

4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.






Read More...